Chat WA Otomatis - KLIK DI SINI
Tasbih Karomah Mujarobat, Tasbih Ajaib Dengan 1001 Manfaat Tasbih Karomah Mujarobat, Tasbih Ajaib Dengan 1001 Manfaat
tasbih karomah mujarobat, tasbih karomah, tasbih bertuah, tasbih karomah asli
 sejarah tasbih karomah mujarobat

Sejarah Tasbih Karomah Mujarobat

Ketika Anda mencari Tasbih Karomah Mujarobat di luar sana, memang banyak sekali yang menawarkan Tasbih Karomah Mujarobat dengan berbagai bentuk fisik serta kegunaannya. Bahkan saat Anda mencarinya di internet atai media cetak tak terhitung jumlahnya yang menawarkan produk yang dikatakan serupa. Namun begitu, tidak ada satupun yang menjelaskan silsilah serta tahsih (pengesahan) dari Tasbih Karomah Mujarobat yang mereka maharkan tersebut. Itulah mengapa Tasbih Karomah Mujarobat dari Ki Sabrang Alam ini berbeda dengan Tasbih Karomah Mujarobat lainnya.

Bermula dari riyadoh yang dijalankan Ki Sabrang Alam atas petunjuk Mbah Abdi (salah satu khodam penjaga yang selalu menyertai beliau mulai sejak kecil). Mbah Abdi memberikan arahan agar Ki Sabrang Alam melakukan riyadhoh di tempat biasanya ia melakukan komunikasi batin secara langsung dengan Mbah Abdi. Lokasi tepatnya yaitu di area makam Sunan Kalijaga, di Kadilangu, Demak.

 

1. Riyadoh Di Makam Kadilangu Demak ( Sunan Kalijaga)

makam sunan kalijagaDi tempat ini, awal kali Ki Sabrang Alam mendapat berbagai wejangan mengenai ilmu kebatinan dan spiritualitas. Namun, tujuan Mbah Abdi kali ini untuk memantapkan lebih jauh kemampuan Ki Sabrang Alam, Mbah Abdi meminta Ki Sabrang Alam untuk bertirakat selama tiga hari tiga malam. Di mulai pada hari Jum’at Pahing. Menjelang hari terakhir, beliau mendapat petunjuk dari Mbah Abdi bahwa pada hari terakhir beliau akan ditemui sosok yang akan memberi wejangan.

Persis sebagaimana yang diutarakan Mbah Abdi, pada hari terakhir menjelang fajar. Ki Sabrang Alam ditemui sosok gaib berbaju Jawa bercorak lurik. Meski wajahnya tersamarkan oleh gelap. Ki Sabrang Alam bisa merasakan energi yang sangat kuat menyelubungi sosok tersebut. Dari sosok tersebut Ki Sabrang Alam mendapatkan sebuah amalan kebatinan. Namun, sebelum bisa menggunakan ilmu tersebut Ki Sabrang Alam harus di-tashih (disahkan), oleh Wali di utara, Selatan, Barat dan Timur. Untuk mentashih ilmu tersebut, Ki Sabrang Alam harus melakukan tapa lelana atau riyadhoh dengan mengembara/berjalan kaki.

 

2. Riyadhoh Ke Timur (Sunan Bonang, Tuban)

makam sunan bonangTapa Lelana pertama yang dilakukan Ki Sabrang Alam, yaitu mengunjungi Makam Keramat Sunan Bonang, di daerah Tuban. Sunan Bonang merupakan salah satu anggota Walisongo yang juga guru spiritual Sunan Kalijaga. Nama Asli Suna Bonang adalah Raden Makdum Ibrahim.

Beliau adalah salah satu Waliyullah yang mempunyai cita rasa seni tinggi. Sebab itulah beliau mendapat gelar “bonang”, alat musik yang sering digunakan untuk pertunjukan pada zaman dahulu. Salah satu karomah Sunan Bonang tatkala bertemu dengan Brandal Lokajaya beliau mampu mengubah buah aren menjadi emas. Brandal Lokajaya merupakan sebutan Sunan Kalijaga, sebelum menjadi anggota walisongo.

Perjalanan tapa lelana Ki Sabrang Alam ke kawasan timur merupakan perjalanan beliau melakukan riyadhoh setelah tirakatan di tempat Sunan Kalijaga, Kadilangu. Perjalanan tersebut mengharuskan Ki Sabrang Alam mengembara tanpa bekal apapun. Saat beristirahat shalat di Masjid di pesisir Rembang, Ki Sabrang Alam berjumpa dengan orang tua yang begitu ramah.

Entah mengapa Ki Sabrang Alam bisa begitu akrab dengan orang tersebut, padahal baru pertama kali mengenal. Dari kakek tersebut, Ki Sabrang Alam seolah diterawang bahwa ilmu tirakat yang sedang dijalani Ki Sabrang Alam akan membuahkan manfaat bagi banyak orang.

Sesampainya di Makam Keramat Raden Makdum Ibrahim, pada malam pertama beliau sudah mendapat petunjuk gaib. Saat melakukan tawasul dan ziarah di Makam Sunan Bonang. Beliau mendapat pertanda berupa cahaya berwarna hijau yang membisikkan bahwa ilmu yang didapatkan Ki Sabrang Alam sudah disahkan oleh Sunan Bonang. Tapa Lelana selanjutnya beliau harus menuju ke arah Utara yaitu tempat Syekh Jangkung atau dikenal dengan sebutan Saridin.

 

3. Riyadhoh Ke Utara (Syekh Jangkung, Pati)

makam syeh jangkung patiSetelah melakukan tapa lelana ke Tuban. Riyadhoh selanjutnya membawa Ki Sabrang Alam menuju ke utara yaitu Makam Keramat Syekh Jangkung (Saridin), desa Landoh, Kayen, Pati. Nama Saridin atau Syekh Jangkung bukanlah nama yang asing bagi penduduk pesisir pantai utara Jawa. Beliau adalah salah satu murid kesayangan Sunan Kalijaga.

Karena keluguan sifat dan sikapnya, ia menjadi manusia yang dekat dengan Sang Maha Pencipta. Berbagai karomah menyertai kehidupan Saridin. Salah satunya, ketika ia berguru kepada Sunan Kalijaga yang saat itu menyamar dengan sebutan Syekh Malaya. Atas ketulusan hatinya, Saridin/Syekh Jangkung mampu melakukan riyadhoh di tengah lautan lepas. Hanya dengan pelampung dua batok kelapa.

Di area makam keramat Syekh Jangkung inilah selain mendapat tashih/pengesahan ilmu dari sosok gaib Eyang Syekh Jangkung, beliau juga mendapat sebuah amalan untuk menyempurnakan ilmu tersebut. Amalan yang didapatkan Ki Sabrang Alam berupa amalan Mujarobat wali. Amalan inilah yang kelak menyertai Tasbih Karomah Mujarobat.

 

4. Riyadhoh Ke Selatan (Syekh Subakir, Gunung Tidar - Magelang)

petilasan syeh subakirPerjalanan riyadhoh selanjutnya yang dilakukan Ki Sabrang Alam untuk mendapat tashih ilmu yang didapatkannya dari Kadilangu, yaitu menuju ke selatan tepatnya ke Gunung Tidar, Magelang. Di gunung Tidar inilah terdapat petilasan yang juga diyakini masyarakat sebagai Makam Syekh Subakir. Salah seorang walisongo generasi pertama yang mempunyai kemampuan membersihkan Tanah Jawa yang dulunya dikenal sebagai sarangnya Raja Jin.

Gunung Tidar dikenal sebagai “Pakuning Tanah Jawa”. Bahkan secara geografis, letak gunung Tidar ini tepat berada di titik tengah Pulau Jawa. Menuju ke arah belakang dari Makam Syekh Subakir, terdapat sebuah tempat keramat tempat petilasan Tombak yang digunakan Syekh Subakir menaklukkan Raja Jin di tanah Jawa.

Saat melakukan Riyadhoh di tempat ini selama hampir tujuh hari, belum ada pertanda apapun yang menunjukkan adanya tashih ilmu yang didapatkan Ki Sabarng Alam dari Sunan Kalijaga. Ki Sabrang Alam terus melakukan tirakatan di tempat tersebut, sampai pada hari kedelapan. Beliau mendapatkan pertanda berupa kemunculan Menjangan berwarna keemasan.

Saat diikuti Ki Sabrang Alam, Menjangan tersebut hilang di tengah belantara. Saat hendak berbalik menuju tempat semula Ki Sabrang Alam ditemui sosok laki-laki berjenggot panjang dan bersorban. Sosok inilah yang kemudian mentashih (mengesahkan) ilmu yang didapat Ki Sabrang Alam dari Kadilangu.

 

5. Riyadhoh Ke Barat (Sunan Gunung Jati, Cirebon)

makan sunan gunung jatiTapa Lelana terakhir yang dilakukan Ki Sabrang Alam ayitu menuju ke Cirebon, tepatnya di area makam Keramat Sunan Gunung Jati. Beliau bernama asli Raden Syarif Hidayatullah yang juga salah satu anggota walisongo yang berasal dari keturunan Prabu Siliwangi dari trah kerajaan Pajajaran.

Saat melakukan riyadhoh di tempat tersebut, baru beberapa menit beliau tawasul ada semacam energi yang seolah hendak membawa Ki Sabrang Alam menuju ke Sumur Jalatunda. Saat itu pula Ki Sabrang Alam bergegas menuju sumur Jatunda yang menjadi salah satu bagian dari tujuh sumur keramat. Sumur Jalatunda diriwayatkan sebagai salah satu sumber mata air yang ditemukan Sunan Kalijaga. Saat beliau diamanahi agar mencari sumber mata air untuk berwudhu para walisongo lainnya.

Dari area sumur Jalatunda inilah Ki Sabrang Alam ditemui sosok gaib yang mentashih ilmu kebatinan yang didapat Ki Sabrang Alam dari Sunan Kalijaga, di Kadilangu. Bahkan Ki Sabrang Alam mendapat petunjuk, bahwa ilmu yang diterima tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan energi yang bisa dimasukkan ke dalam sebuah tasbih. Dengan syarat, tasbih tersebut haruslah berasal dari batu. Mulai dari itulah, Ki Sabrang Alam mempunyai kelebihan mentransfer energi melalui tirakat yang dilakukannya ke dalam sarana Tasbih Karomah Mujarobat.

Saat pertama kali mendapatkan ilmu tersebut. Beliau mempraktekkannya dengan mengisi energi ke dalam media Tasbih Karomah Mujarobat. Kebetulan, ada salah seorang sahabat spiritualis dari Suryalaya yang secara batin tahu bahwa Ki Sabrang Alam memiliki kelebihan karena terpilih mendapatkan amalan tersebut. Mulai dari itulah sang sahabat mencoba merasakan energi yang telah ditransfer ke dalam Tasbih Karomah Mujarobat. Saat dirasakan dengan kepekaan batin si sahabat, energi dari Tasbih Karomah Mujarobat mengeluarkan energi yang bersifat dingin, tenang, dan damai.

 

Cara Pemesana Tasbih Karomah Mujarobat - Klik di Sini